Menteri BUMN, Rini Soemarno membuka acara pameran Telkom Craft Indonesia yang digelar di Jakarta Convention Centre, Jakarta, 10 Maret 2017. Usai membuka Pameran Rini mengunjungi sejumlah stand yang ada di arena pameran. TEMPO/Yola Destria/Magang

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan kementeriannya mengupayakan banyak hal untuk mencegah kerugian pada BUMN. Dia tak menampik catatan terkait 25 BUMN yang mengalami kerugian mencapai Rp 3 triliun, pada triwulan pertama 2017.

"Sedang banyak yang kami lakukan. BUMN merugi itu kalau bisa hampir tidak ada lah," ujar Rini saat ditanyai di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Rabu, 3 Mei 2017.

Rini pun menargetkan hanya satu BUMN yang rugi pada 2017, yakni PT Merpati Nusantara Airlines. "Yang masih paling mungkin (rugi) ya Merpati, karena kan sudah berhenti beroperasi."

Upaya yang bisa dilakukan untuk menekan kerugian, salah satunya dengan menjalin kolaborasi dengan sesama BUMN. "Secara sinergi bisa kami lakukan bersama, dalam arti investasi, pengadaan, atau ada operasional yang dapat dilakukan bersama," tutur Rini.

Rini sebelumnya menyebut kerugian BUMN pada triwulan pertama sebagai hal lumrah. "Biasanya memang triwulan I banyak yang mengalami kerugian. Biasanya, (triwulan II) pendapatannya mulai naik," kata Rini dalam media gathering Kementerian BUMN di Bogor, pada 28 April lalu.

Data Kementerian BUMN mencatat penurunan nilai kerugian pada BUMN di triwulan pertama. Di periode yang sama pada 2016 lalu, terdapat 27 BUMN yang merugi hingga Rp 3,2 triliun.

Pendapatan BUMN sendiri sebesar Rp 431 triliun pada triwulan pertama ini. Pendapatan pada 2017 pun ditargetkan mencapai Rp 2.116, agar melampaui pendapatan seluruh BUMN pada 2016 yang sebesar Rp 1.802 triliun.

Post A Comment: