Menteri BUMN Rini Soemarno memberikan sambutan saat kegiatan Sinergi BUMN di desa Mundu, Karangampel, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (10/3). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
tirto.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno melirik potensi ekonomi pesantren. Salah satunya dengan cara mendorong BUMN agar komitmen untuk terus mendukung pesantren dalam upaya menggerakkan dan memajukan perekonomian ulama dan santri menjadi lebih baik serta memiliki daya saing.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Rini saat mengunjungi Pondok Pesantren Salafi Terpadu Darussifa Al-fitroh dan Perguruan Islam Yaspida di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (21/5/2017).

“BUMN adalah perusahaan milik negara yang berarti juga milik masyarakat sehingga harus bisa memberikan manfaat terhadap masyarakat termasuk pesantren,” ujarnya dikutip Antara.

Menurut Rini, BUMN yang Hadir Untuk Negeri memang memiliki tujuan ingin menggerakkan seluruh potensi BUMN dan membantu perekonomian di semua lini. Menurutnya, hal itu sudah menjadi komitmen pemerintah.

Pesantren, kata Rini, merupakan sasaran sejumlah BUMN yang ingin dikembangkan dan didorong agar mampu maju perekonomiannya mengingat di situ memiliki berbagai potensi yang diyakini bisa lebih berkembang.

Ia menambahkan, jika perekonomian pesantren bisa lebih maju dan berkembang, maka santri dan santriwati bisa memiliki keahlian untuk menularkan kemampuannya kepada yang lain.

“Masih banyak masyarakat yang kurang beruntung mendapat kesempatan bekerja dan meraih pendidikan sehingga perlu bahu-membahu saling membantu,” kata dia.

Menteri Rini menambahkan, BUMN saat ini hadir di semua lini seperti listrik, jalan tol, kereta api, bahan bakar minyak, gas yang kesemuanya diperuntukkan untuk dimanfaatkan dan kesejahteraan masyarakat.

"Bagaimana mungkin para santri dan ulama jika malam hari bisa belajar dan membaca kalau tidak ada listrik," katanya.

Dalam kesempatan itu, Menteri BUMN juga mengajak ulama, santri, dan santriwati untuk bersama-sama memajukan perekonomian nasional sehingga Indonesia bisa bersaing di pasar internasional.

Post A Comment: