TRENDING NOW

Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Kabinet Presiden Jokowi Joko Widodo profesional bisnis ekonomi indonesia
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) disaksikan Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (kedua kiri) Dirut WIKA Tumiyana (kiri) dan Pengasuh Ponpes An-Nawawi KH Ma'ruf Amin (kanan) Dirut PLN Sofyan Basyir (kedua kanan) menandatangani prasasti pembangunan Masjid Agung Penata di Tanara, Serang, Banten Kamis (24/5/2018).(ANTARA /Asep Fathulrahman)

Serang, Banten  - Menteri BUMN, Rini Soemarno, meresmikan Mesjid Agung Penata, di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten, Kamis.

Mesjid ini dibangun lewat sinergi tiga BUMN, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT PLN (Persero), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Dia berharap pembangunan mesjid ini dapat memperkuat karakter SDM.

"Selama di bawah pimpinan Jokowi, BUMN fungsinya tidak hanya membangun infrastruktur, kelistrikan dan jembatan. Tetapi juga memperkuat SDM, utamanya mengenai mental dan rohani," kata dia. Banten dikenal sebagai salah satu provinsi padat penduduk, dengan mayoritas penduduknya beragama Islam.

Dia menargetkan tambahan bangunan mesjid di halaman sudah bisa dirampungkan pada Juli mendatang dan pembangunan madrasah dari BUMN dapat selesai tahun depan.

Ada pun Mesjid Agung Penata yang memiliki luas 857,02 meter persegi ini dapat menampung 400 orang di dalam bangunan mesjid dan 200 orang di serambi mesjid. Kehadiran mesjid ini diharapkan bisa mendukung aktivitas ibadah warga Serang dan sekitarnya.

Dalam peresmian mesjid itu, dia didampingi Ketua MUI, KH Ma'ruf Amin, Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir, Direktur Utama PT Wijaya Karya, Tumiyana, serta Plt Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati.

Pembangunan mesjid ini menelan biaya Rp5,5 miliar dari sinergi program CSR Bank Mandiri dan PT PLN, senilai masing-masing Rp2,2 miliar serta PT Wijaya Karya Rp1,1 miliar.

Rini mengatakan, seluruh bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung masyarakat dalam menjalankan ibadah, sehingga dapat mendorong peningkatan aktivitas sosial serta membangun kerohanian masyarakat.

"Penting bagi kami untuk memastikan bahwa kehadiran BUMN di tengah-tengah masyarakat dapat benar-benar dirasakan manfaatnya," kata dia.

Selain meresmikan mesjid, dia juga memberikan bantuan simbolis berupa SPBU modular di Tanara.

SPBU Modular ini diberi nama Perta Shop dengan tagline Onestop Shop of Pertamina Product (Tempat Belanja Terpadu Produk Pertamina) yang ditujukan kepada bangsa Indonesia, untuk memenuhi keperluan BBM bagi masyarakat sekitar Kecamatan Tanara. (AntaraNews)
Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Kabinet Presiden Jokowi Joko Widodo profesional bisnis ekonomi indonesia
Menteri BUMN Rini Soemarno di acara ‘Anak Muda Bangkit dan Berdaya Untuk Indonesia’ di Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2018)

Jakarta - Menteri Badan Usaha dan Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno masih enggan membocorkan banyak mengenai perkembangan negosiasi divestasi PT Freeport Indonesia (PT FI).

Rini menjelaskan, saat ini pembahasan masih mengenai pembelian 40 persen hak kelola PT Rio Tinto yang saat ini dikordinatori oleh PT Indonesia Asahan Inalum (Inalum) selaku induk holding tambang.

"Belum boleh (bicara), kemarin bicara dengan Pak Budi (Dirut Inalum) karena kami masih dalam finalisasi untuk penandatangan head of agreement," ungkap Rini saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2018).

Baca juga: Menteri Rini Soemarno Sudah Kantongi Nama Calon Dirut Pertamina

Rini juga enggan membocorkan besaran pembelian saham yang isunya sebesar 3,5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 49,7 triliun.

"Yeh kan saya bilang nanti kalau kami sudah tanda tangan head of agreement baru bisa bicara," kata Rini.

Namun dia optimistis negosiasi soal Rio Tinto dapat selesai Juni 2018.

"Insyaallah masih bisa tercapai di Juni ini," ucap Rini.

Saham Rio Tinto ada di Freeport Indonesia karena asas perjanjian usaha patungan untuk mengerjakan proyek Grasberg dengan Freeport McMoran.

Dengan partisipasi tersebut, Rio Tinto berhak atas 40 persen hak partisipasi di aset tertentu dan 40 persen hak partisipasi untuk semua aset Grasberg hingga 2022 jika produksi emas, tembaga maupun perak mencapai level tertentu.

Setelah 2022 biaya produksi, pendapatan dan produksi Grasberg akan dibagi dua yakni PT FI 60 persen dan Rio Tinto 40 persen. (TribunNews)
Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Kabinet Presiden Jokowi Joko Widodo profesional bisnis ekonomi indonesia
Menteri BUMN Rini Soemarno saat memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Rabu (23/5/2018).(Liputan6.com/Bawono)

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno terus mendorong anak muda khususnya milenial semangat membangun bangsa.

Rini menyampaikan hal ini di depan 350 mahasiswa dari Perguruan Tinggi se-Jabodetabek, Bandung, Malang dan Semarang, pada acara sharing terbuka dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

"Kita harus berbagi dulu dengan keluarga terdekat dengan kita. Karena saudara kita ini seluruh negeri. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang harus kita banggakan," tutur dia.

Rini menambahkan, pentingnya program-program yang melibatkan anak muda. Ia menyebutkan kemajuan bangsa tak terlepas dari peran pemuda tersebut.

"Kita menciptakan program ini karena memang tidak terlepas dari anak muda. Bagaimana bangsa kita yakin, mampu. Bangsa yang percaya diri dan BUMN-BUMN kita yang kuat dan mampu berkiprah di asia dan juga global," ujar dia.

Tak hanya itu, Rini mengungkapkan BUMN harus hadir untuk menciptakan sekaligus mendukung pemuda-pemuda tangguh untuk membangun Indonesia.

"Bagaimana BUMN-BUMN ini bisa meningkatkan kemampuan bangsa kita. Kemampuan pemuda-pemudi Indonesia," kata dia.

Selanjutnya, Menteri Rini menegaskan agar pemuda dapat meningkatkan kerja sama serta kolaborasi dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.

“Saya harap generasi muda tidak kehilangan jati diri dan karakter bangsa. Tetap memiliki semangat nasionalisme untuk terus bersatu dan sinergi membangun bangsa di segala bidang,” dia menandaskan. (Liputan6)
Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Kabinet Presiden Jokowi Joko Widodo profesional bisnis ekonomi indonesia
Menteri BUMN Rini Soemarno di acara ‘Anak Muda Bangkit dan Berdaya Untuk Indonesia’ di Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2018).

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menyebut dalam waktu dekat PT Pertamina (Persero) akan segera memiliki direktur utama definitif atau tetap karena dirinya sudah mengantongi nama yang akan mengisi posisi tersebut.

Kabar itu Rini Soemarno ungkapkan saat menjawab pertanyaan seorang peserta yang bertanya kapan Pertamina akan memiliki direktur baru, saat dia menjadi pembicara di acara bertema 'Anak Muda Bangkit dan Berdaya Untuk Indonesia' di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

“Dirut Insya Allah dalam waktu dekat sudah dapat dirutnya. Insya Allah,” kata Rini.

Sejak dicopotnya Elia Massa Manik dari Direktur Utama Pertamina pada akhir April lalu, posisinya sementara waktu dijalankan oleh Pelaksana Tugas yang juga Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Pertamina Nicke Widyawati.

Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno memaparkan pencopotan Elia saat itu dikarenakan rangkaian permasalahan yang terjadi pada Pertamina.


Misalnya, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), hingga tumpahan minyak di kilang Balikpapan.

"Kondisi yang disampaikan itu nomor satu holding migas, nomor dua kemudian kelangkaan BBM, kemudian kilang," ungkap Fajar Harry saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (20/4/2018). (TribunNews)
Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Kabinet Presiden Jokowi Joko Widodo profesional bisnis ekonomi indonesia
Menteri BUMN Rini Soemarno dan petani padi.

Garut - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno kembali melaksanakan program Serap Gabah (Sergab) oleh BUMN dalam kunjungan kerjanya ke Garut, Jawa Barat.

Serap gabah seberat 4,5 ton ini dilaksanakan di lahan seluas 6.500 m2 yang terletak di Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, dengan harga Rp 4.700/Kg.

Serap gabah yang berbasiskan Kartu Tani ini merupakan fase akhir dari panen raya petani yang menerima kucuran Kredit Rakyat (KUR) Rp 8,15 miliar di Garut. Secara keseluruhan, total gabah di Garut yang terserap oleh BNI telah mencapai sebanyak 4.700 ton dari total lahan seluas 617 hektare.

“Kita ingin secara lebih aktif membantu petani. Di sini ada Bank BNI yang membuat program ke Petani melalui Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), supaya bisa menyerap gabah dengan harga baik,” kata Rini di Garut, Senin (21/5/2018).

Pada kesempatan ini, Rini juga turut menyerahkan secara simbolis KUR Tani BNI dan Kartu Tani kepada beberapa petani. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program kewirausahaan pertanian yang dilakukan oleh BNI di Garut sejak Oktober 2017.

Dalam program tersebut BNI melakukan penguatan kelembagaan baik petani maupun badan usaha yang menaungi petani dengan membentuk dua unit PT Mitra Desa Bersama Banyuresmi dan Kadungora.

“Ditambah dengan fasilitas kredit bagi petani lewat KUR maka ini bisa semakin membantu. Harapannya agar jangan diambil tengkulak yang bisa memberatkan petani. Itu tujuan kita di sini, benar-benar ingin membantu petani meningkatkan kesejahteraan maupun perbaikan pendapatan,” ujar dia.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menambahkan, saat ini jumlah Kartu Tani yang telah disalurkan BNI kepada petani di Kabupaten Garut mencapai 7.615 kartu.

“Sebanyak 1.262 petani telah memperoleh pembiayaan KUR BNI senilai Rp. 8,15 miliar. Selain itu BNI telah mengakuisisi sebanyak 326 Agen46 yang di dalamnya terdapat 56 agen Poktan dan 270 agen non Poktan,” kata Baiquni. (TribunNews)