TRENDING NOW

Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Kabinet Presiden Jokowi Joko Widodo profesional bisnis ekonomi indonesia
Menteri BUMN Rini Soemarno.

JAKARTA - Menteri BUMN Rini Soemarno punya kebiasaan mengenakan sepatu kets. Dalam kesehariannya, alumnus Wellesley College Massachusetts, Amerika Serikat, itu selalu memakainya. Tak terkecuali saat berkunjung ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/2).

Lantas, apa alasannya memilih sepatu kets? Rini mengaku nyaman mengenakannya.

Sebab, sepatu dengan hak dirasa tidak nyaman untuknya yang sudah berusia 60 tahun. ’’Jadi, daripada saya pusing pakai sepatu hak,’’ ujarnya.

Mantan menteri perdagangan itu menilai sepatu kets tidak hanya dipakai anak muda. Orang seusianya yang memiliki aktivitas padat juga cocok mengenakannya.

’’Karena sudah tua, mending pakai sneakers,’’ katanya, lantas tertawa.

Saat mengunjungi Istana Kepresidenan kemarin siang, Rini mengenakan sepatu kets warna hitam. Di rumah dia memiliki beberapa koleksi. Sepatu-sepatu tersebut dipakai bergantian. (JPNN.com)

Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Kabinet Presiden Jokowi Joko Widodo profesional bisnis ekonomi indonesia
Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno.

Kulon Progo - Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno, meminta PT Angkasa Pura I tetap mengutamakan kualitas bangunan dalam pengerjaan proyek Bandara New Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rini Soemarno mengatakan Bandara New Yogyakarta International Airport sebagai bandara internasional termasuk salah satu bandara terbesar di Indonesia setelah Soekarno Hatta dan juga Ngurah Rai Bali.

"Progres pembangunan cukup baik. Namun demikian, kami selalu menekankan bahwa harus betul-betul dijaga kualitas bangunan karena ini bandara internasional, baik kualitas bangunan, kualitas keamanannya," kata Rini di Kulon Progo, Kamis (21/2/2019).

Ia berharap Bandara NYIA sebagai bandara internasional harus memberikan pelayanan terbaik, sehingga pandangan Kulon Progo sebagai New Yogyakarta International Airport memiliki kualtas bangunan dan keamanan yang baik.

Ia menekankan kepada tim yang paling utama adalah betul-betul dikerjakan dengan sebaik mungkin dan waktu buka betul-betul diharapkan bisa memberikan pelayanan terbaik. Pemrakarsa juga harus selalu memperhatikan masalah yang sekarang dihadapi yaitu musim hujan.

"Memang kita coba terus setiap hari, tetapi hujan memang tidak bisa dihindarkan meskipun memakai pawang. Tetapi kita harus jaga kualitas," kata Rini.

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan sesuai dengan kontrak dengan PT PP akan proyek itu akan selesai pada Juli 2020, tetapi PT AP I berkomitmen Bandara NYIA pada Desember 2019 akan bisa selesai 100 persen.

Rencananya, pada April 2019 ini, sebenarnya selesai 50 persen. Artinya posisi 50 persen itu airside runway 100 persen dan terminalnya 30 persen.

"Diharapkan nanti di April itu kita bisa mengoperasikan untuk khususnya penerbangan internasional yang ada di Adisucipto ke Kulon Progo," katanya. (Warta Ekonomi.co.id)
Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Kabinet Presiden Jokowi Joko Widodo profesional bisnis ekonomi indonesia
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno, didampingin Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat meresmikan Pabrik Cokelat Kendeng Lembu, Sabtu (16/2). 

BANYUWANGI - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno, meresmikan Pabrik Cokelat Kendeng Lembu, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII, yang berada di kawasan Doesoen Kakao, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Sabtu (16/20/2019).

Dengan demikian, selain memiliki kebun cokelat seluas 1.500 hektare, di Doesoen Kakao, kini juga terdapat pabrik pengolahan cokelat.

Rini mengatakan kini tidak hanya menghasilkan produk cokelat mentah, tetapi saat ini PTPN XII telah mulai hilirisasi produk perkebunan kakao, menjadi cokelat jadi atau kemasan serbuk dan juga cokelat batangan serta proses lanjutan lainnya.

"Masyarakat dan wisatawan bisa melihat langsung bagaimana proses produksi cokelat bagus dengan kualitas tinggi. Perkebunan Kendeng Lembu ini juga bisa menjadi wisata edukasi atau ekowisata cokelat," kata Rini.

Ini dikarenakan, Perkebunan Kendeng Lembu PTPN XII memiliki jenis cokelat edel yang merupakan salah satu cokelat terbaik di dunia.

Cokelat jenis edel selama ini telah di ekspor ke luar negeri dan paling dicari di Eropa.

Kakao edel disebut juga fine cocoa atau kakao mulia. Kakao edel merupakan kakao yang banyak digunakan untuk produk-produk tertentu bisa kosmetik, konsumsi, dan lain-lain. Edel banyak dicari karena memiliki cita rasa sendiri yang tidak sama dengan kakao biasa karena merupakan persilangan dari beberapa varietas kakao. Edel juga membutuhkan perlakuan khusus.

Selain kakao edel, di Perkebunan Kendeng Lembu ini juga memproduksi kakao jenis bulk. Kakao bulk banyak digunakan sebagai bahan dasar untuk cokelat bubuk atau blok.

Direktur Operasional PTPN XII, Anis Febriantomo, mengatakan, kakao jenis edel merupakan produk unggulan kualitas ekspor. Pada 2018, pendapatan PTPN XII dari edel mencapai Rp 74 miliar.

"Tahun kemarin kami mendapat Rp 74 miliar dari edel. Tahun ini ada kenaikan, kemungkinan Rp 120 miliar bisa didapat," kata Anis.

Menurut Anis, PTPN XII akan terus menggenjot produksi kakao, agar bisa menambah target pendapatan tahun ini mencapai Rp 2,2 triliun.

Tahun lalu, PTPN XII berhasil meraih pendapatan sekitar Rp 2 triliun, yang berasal dari produksi kakao, karet, dan kopi arabica.

"Tahun lalu pendapatan kami sekitar hampir Rp 2 triliun. Tahun ini ada kenaikan target 2 persen, sekitar Rp 2,2 triliun," tambah Anis. (SURYA.co.id )
Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Kabinet Presiden Jokowi Joko Widodo profesional bisnis ekonomi indonesia
Menteri BUMN, Rini Soemarno didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan belasan direksi BUMN menghabiskan akhir pekannya di Banyuwangi. Usai ikut berlari di ajang sport tourism Chocolate Glenmore Run 

BANYUWANGI - Menteri BUMN, Rini Soemarno, dan belasan direksi BUMN menghabiskan akhir pekannya di Banyuwangi. Usai ikut berlari di ajang sport tourism Chocolate Glenmore Run yang menyusuri belantara perkebunan cokelat, Menteri Rini mengunjungi gerai oleh-oleh Osing Deles, Sabtu (16/2/2019).

Di toko yang menjual berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khas Banyuwangi ini, Rini dan bos-bos BUMN memborong makanan ringan, seperti sale pisang, bolu kuwuk, dan keripik pisang. Rini juga membeli sejumlah kaus khas lokal.

Tampak hadir sejumlah direksi BUMN. Di antaranya Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmojo, Dirut PTPN III Dolly Pulungan, Dirut PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat, Dirut PTPN XII Cholidi, Dirut Perhutani Denaldy Maunda, Dirut PTPN XI Gede Meivera, dan sejumlah direksi lainnya.

"Ini kemasannya bagus. Saya mau beli keripik pisang ini. Menarik packaging-nya," kata Rini.

"Kemasan ini difasilitasi Dinas Koperasi UKM lewat Rumah Kreatif UMKM. Anak-anak muda di sana membantu mendesain dan memasarkan produk UMKM," jawab Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas yang mendampingi Rini.

Tak hanya berbelanja makanan, Rini juga membeli kaos khas Osing Deles yang berada di lantai satu gerai tersebut. Rini mengaku tertarik dengan tulisan di kaos berupa permainan kata yang menggunakan bahasa lokal setempat, yaitu bahasa Osing, masyarakat asli di Banyuwangi.

“Gerai ini dulu 2013 cuma punya tiga karyawan, sekarang sudah mempekerjakan 100 karyawan seiring perkembangan wisata Banyuwangi yang terus maju juga antara lain karena dukungan BUMN,” kata Anas kepada Rini.

Anas pun mengajak Rini dan bos-bos BUMN untuk intens membikin kegiatan di Banyuwangi, baik untuk rapat kerja, gathering karyawan, customer gathering, maupun event BUMN lainnya.

“Ke Banyuwangi sudah mudah dari Jakarta karena ada penerbangan langsung. Jadi Bapak/Ibu mari bawa event-event BUMN ke Banyuwangi. Hotel-hotel berbintang sudah siap. Ballroom-nya besar,” kata Anas mempromosikan Banyuwangi disambut kata “siap” oleh sejumlah direksi BUMN.

“Dengan event-event BUMN, ekonomi lokal Banyuwangi semakin menggeliat,” imbuh Anas.

Tak puas membeli oleh-oleh, Menteri Rini langsung menuju lantai dua untuk mencicipi kelezatan kuliner khas Banyuwangi. Rini tampak memesan es kopi Banyuwangi. Sambil minum es kopi, Rini juga menikmati sejumlah camilan ringan khas Banyuwangi. (SURYA.co.id )


Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Kabinet Presiden Jokowi Joko Widodo profesional bisnis ekonomi indonesia
Menteri BUMN RI, Rini M Soemarno (berdiri kedua dari kiri) di Sarasehan Petani Perhutanan Sosial di Hutan Siti Sundari Desa Burno Kecamatan Senduro, Lumajang, Jumat (15/2/2019) 

LUMAJANG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno mengharapkan Dusun Karanganyar di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang sebagai Dusun BNI.

Hal ini ditegaskan Rini di hadapan ratusan warga Kecamatan Senduro yang mengikuti Sarasehan Petani Perhutanan Sosial di Hutan Siti Sundari, Dusun Karanganyar, Jumat (15/2/2019) sore.

Dusun Karanganyar, juga Desa Burno merupakan salah satu desa di Jawa Timur yang menjadi lokasi sinergitas BUMN dalam bentuk optimalisasi penggunaan lahan negara untuk masyarakat. Kawasan hutan Siti Sundari di Desa Burno termasuk dalam sembilan lokasi Perhutanan Sosial di Jawa Timur.

Hutan Sosial Desa Burno merupakan kawasan hutan negara yang diberikan kepada masyarakat setempat untuk dioptimalkan menjadi sumber pendapatan dan penggerak ekonomi masyarakat.

Pemerintah memberikan dukungan berupa SK pengakuan dan perlindungan kemitraan bagi kelompok Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wonosari Lestari di Desa Burno seluas 940 Ha untuk anggota sebanyak 367 KK.

Petani di Desa Burno memanfaatkan hutan sosial ini untuk aktivitas peternakan, pemeliharaan rumput, madu dan perkebunan kopi.

Dua BUMN itu, yakni Perum Perhutani dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk bersinergi dalam program tersebut. Perhutani menyediakan lahan hutan yang siap digunakan untuk mendukung program perhutanan sosial, sementara BNI memberikan pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) kepada petani penggarap.

Menteri Rini mengungkapkan, program Perhutanan Sosial di Kabupaten Lumajang merupakan wujud nyata keseriusan pemerintah dalam mendorong perbaikan kesejahteraan petani dan pemerataan ekonomi di wilayah tersebut. Konsep Perhutanan Sosial akan memberikan aspek legal masyarakat dimana masyarakat menanam di hutan rakyat sembari melestarikan sumber daya hutan.

“Saya senang kawasan hutan sosial sudah dimanfaatkan masyarakat, yang artinya optimalisasi lahan sudah berjalan dan masyarakat atau Petani di sini sudah merasakan manfaatnya. Kawasan di sini sangat potensial dan ke depan harus ditingkatkan. Terima kasih juga kepada BUMN yang sudah bersinergi mendukung upaya pemerintah dalam mendorong kesejahteraan petani. Saya harapkan nanti Dusun Karanganyar ini bisa menjadi Dusun BNI,” kata Rini.

Di hutan sosial Desa Burno, Petani Rumput Gajah tercatat memanfaatkan lahan seluas 133 Ha dan menghasilkan 1.700 ikat per hari. Petani Sapi perah tercatat memiliki jumlah sapi sebanyak 804 ekor dan mengasilkan susu 5.172 liter per hari. Sementara petani madu dapat memanen setiap tiga bulan dan menghasilkan 30 liter untuk sekali panen.

BNI melalui program bina lingkungan memberikan bantuan pembuatan reaktor biogas kepada lima KK di Dusun Karanganyar Desa Burno tahun 2018. Biogas itu dimanfaatkan sebagai bahan bakar gas untuk memasak di kompor gas, menggantikan gas elpiji.

Selain itu, warga Dusun Karanganyar juga memiliki sebuah kandang sapi perah yang difungsikan sebagai lokasi wisata edukasi peternakan sapi perah. Terdapat 24 ekor sapi perah di kandang wisata edukasi itu.

Lokasi wisata edukasi itu dibangun melalui pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI yang dikelola oleh LMDH Wono Lestari.

Dari sisi pembiayaan, BNI mencatat hingga saat ini perseroan telah melakukan penyaluran KUR sebesar Rp 4,6 miliar bagi petani di Desa Burno. Fasilitas KUR dicairkan dalam bentuk Kartu Tani yang terkoneksi dengan sistem database Kelompok Tani yang sudah teregistrasi dari hulu sampai hilir yaitu mulai pengadaan pupuk, penanaman sampai pemasaran hasil pertanian dan perkebunan.

Menteri Rini berharap, melalui skema pemberdayaan dan pendampingan, kehadiran Perhutanan Sosial di Kabupaten Lumajang pada akhirnya mampu memberikan manfaat terutama dalam memecahkan persoalan sosial ekonomi masyarakat.

Dengan konsep Perhutanan Sosial, petani penggarap dapat memperoleh akses sumber pendanaan, mendapatkan kepastian pasar atau serapan hasil produksi, mendapatkan pembinaan intensif dari departemen terkait serta perbankan serta mendapatkan pendapatan tambahan yang pada akhirnya mampu meningkatan kesejahteraan hidup para petani.

Program Perhutanan Sosial yang digulirkan pemerintah dilatarbelakangi oleh kondisi lahan milik Perhutani yang dikuasai dan digarap secara liar oleh petani (± 12 juta hektare/Ha). Penggarapan liar itu tanpa memperhatikan kondisi lingkungan dan keseimbangan alam, serta ditemukan praktik jual beli lahan.

Pemerintah mencatat, terdapat 25.863 desa di Indonesia berada di dalam kawasan hutan dimana 70 persen di antaranya menggantungkan hidup pada sumber daya hutan. Sementara itu, terdapat 10,2 juta penduduk belum sejahtera di kawasan hutan dan tanpa aspek legal dalam mengelola sumber daya hutan.

Melalui program Perhutanan Sosial, pemerintah mendorong optimalisasi lahan dalam rangka mewujudkan pemerataan ekonomi, memperkuat produksi sektor berbasis pangan yaitu perikanan, pertanian dan peternakan, membuka lebih banyak akses kesempatan kerja bagi masyarakat dan secara makro diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan kinerja ekonomi nasional.

Dalam Sarasehan Petani Perhutanan Sosial itu, belasan warga menyampaikan keluh kesah, kendala, dan masukan kepada Rini. Beberapa permintaan warga antara lain, penyediaan bibit kopi, mesin penggilangan kopi, mesin pembuatan silase untuk makanan ternak, kemudahan pembayaran cicilan KUR, perbaikan jalan menuju dan ke Dusun Karangnyar, juga penyediaan tempat pendidikan anak usia dini di Dusun Karanganyar. (SURYA.co.id )